statistic
Uncategorized

Film animasi ditarik dari Vietnam

Film animasi ditarik dari Vietnam – Pemerintah Vietnam melarang pemutaran film animasi Abominable dari bioskop-bioskop negara itu karena sebuah adegan yang melibatkan ilustrasi klaim China di Laut China Selatan.

Film animasi ditarik dari Vietnam
gambar-animasi

Abominable, tentang seorang gadis China yang menemukan yeti di atap rumahnya, adalah film hasil produksi China-DreamWorks.

Adegan tersebut menampilkan sebuah peta yang menunjukkan “sembilan garis putus-putus”, yaitu batas wilayah yang secara sepihak diklaim China di Laut China Selatan. Batas tersebut mencakup sebagian besar wilayah yang diklaim Vietnam.

Film animasi ditarik dari Vietnam – China dan Vietnam baru-baru ini cekcok mengenai wilayah tersebut.

Perselisihan terbaru dimulai pada bulan Juli ketika Cina melakukan survei energi di perairan yang dikuasai oleh Vietnam.

Taiwan, Filipina, Brunei, Malaysia, dan Vietnam masing-masing mengklaim wilayah di Laut China Selatan.

Apa adegan kontroversial itu?
Film ini, yang diproduksi bersama oleh Pearl Studio dan DreamWorks Animation yang berbasis di Shanghai, pertama kali tayang di bioskop-bioskop Vietnam pada 4 Oktober.

Adegan kontroversial itu menunjukkan “sembilan garis putus-putus” China pada peta di latar belakang.

Film animasi ditarik dari Vietnam – Bagaimana reaksi masyarakat?

Film animasi ditarik dari Vietnam
gambar-abominable

Pemirsa Vietnam mengenali peta itu dan mulai berbagi tangkapan layar di media sosial.

Pemerintah kemudian langsung mengumumkan bahwa film tersebut akan ditarik dari bioskop.

“Kami akan mencabut [lisensi film],” kata Ta Quang Dong, deputi menteri budaya, olahraga dan pariwisata, seperti dikutip oleh surat kabar Thanh Nien.

Film animasi ditarik dari Vietnam – Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara.

Pada bulan Agustus, polisi membubarkan aksi protes di luar kedutaan besar Tiongkok di Hanoi atas perselisihan terbaru seputar serbuan China ke perairan Vietnam.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close