statistic
Berita Umum

Banyak Warga yang Cemas, Depresi di Tengah Wabah Corona

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr Lahargo Kembaren, Sp.KJ mengungkapkan saat ini 1.522 orang yang memanfaatkan layanan tersebut.

Depresi di Tengah Wabah Corona
Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ

Banyak Warga yang Cemas, Depresi, dan Trauma di Tengah Wabah Corona

Kasinoonline88 Jakarta – Perwakilan dari Asosiasi dokter spesialis kehidupan Indonesia Dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ mengungkapkan, Corona wabah tidak hanya menyebabkan masalah fisik bagi warga. Tapi juga psikologis.

“Wabah Covid-19 menimbulkan dampak bukan hanya faktor fisik tapi juga kondisi jiwa dan psikologis kita,” ujar Lahargo, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat

Oleh karena itu, Asosiasi pelayanan medis spesialis kehidupan Indonesia memberikan masalah psikologis swaperiksa Corona wabah secara online. Layanan ini dapat diakses oleh publik untuk mengakses halaman PDSKJI.

BACA JUGA

Menurut dia, ada 1.522 orang yang menggunakan layanan ini. Data menunjukkan bahwa 64,3 persen dari gangguan kecemasan dan depresi PDSKJI di tengah wabah Mahkota.

“Gejala kecemasan dan depresi merasa ketakutan dan kecemasan yang berlebihan, tidak bisa merasa santai dan nyaman, mengalami kesulitan tidur, dan kewaspadaan berlebihan,” kata Lahargo.

Karena Adanya Depresi di Tengah Wabah Corona Dia juga mengatakan 80 persen responden mengalami trauma psikologis di tengah-tengah wabah Mahkota. Mereka memiliki beberapa gejala psikologis stres pasca trauma karena mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan terkait Covid-19.

“Mereka mengatakan, ‘Saya mengalami trauma psikologis yang terkait dengan kondisi ini. Gejala yang dirasakan bersama dan tidak terhubung dengan orang lain. Merasa terus-menerus waspada dan berjaga-jaga,” kata Lahargo.

Untuk mengetahui Predik Togel silahkan kunjungi website 99togel

Dua orang pasien COVID-19 yang terkena Depresi di Tengah Wabah Corona dinyatakan sembuh

“Mungkin kami tertular saat berada di dalam pesawat. Kami tidak tahu kalau tertular, karena tidak merasakan gejala apapun seperti batuk, pilek dan sesak nafas dan demam.

 

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close